• principal@sman17plg.sch.id
  • Jl. Mayor Zurbi Bustan, Lebong Siarang Palembang
  • 08112999117
  • Revolusi Mental Lewat Gerakan Seribu Koin

    Revolusi Mental Lewat Gerakan Seribu Koin

    PALEMBANG- Lembaga pendidikan tidak semata menjalankan proses pembelajaran di kelas, namun lebih dari itu lembaga pendidikan diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik dalam berpikir dan bertindak. Dalam rangka itu, sebagai sekolah unggul di Sumsel, SMA Plus Negeri 17 Palembang meluncurkan “Gerakan Seribu Koin Setiap Hari”, Sabtu (7/11/2015).

    Kepala SMA Plus Negeri 17 Palembang, Parmin, S.Pd.,M.M. mengatakan Gerakan Seribu Koin Setiap Hari ini sebagai salah satu wujud dari revolusi mental yang memang telah dicanangkan pemerintah.  Program ini untuk mengasah kepedulian peserta didik terhadap lingkungan, baik lingkungan sekolah maupun luar sekolah. “Koin ini akan membantu kita di akhirat kelak,” ujarnya seraya menunjukkan koin seribu rupiah di hadapan ketua kelas saat peluncuran Gerakan Seribu Koin Setiap Hari di ruangannya.

    Ia menjelaskan, koin yang terkumpul kelak digunakan sebagai dana sosial baik di dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah.   “Jika satu anak menyumbangkan seribu rupiah saja setiap hari, dengan jumlah peserta didik sebanyak 986 siswa, maka koin yang terkumpul bisa mencapai 980 ribuan sehari. Uang tersebut bisa digunakan untuk membantu teman yang dalam kesusahan, bisa juga untuk membantu warga sekitar yang butuh bantuan,” katanya.

    Dalam pelaksanaannya, Parmin menguraikan, program ini akan dikelola oleh siswa baik dalam pengumpulan maupun penyalurannya karena uang tersebut adalah uang siswa, guru dan sekolah hanya memfasilitasi. Setiap kelas akan disediakan celengan yang akan diisi siswa secara sukarela dengan koin-koin sisa uang jajan mereka. Siswa yang ditunjuk sebagai pengelula akan mengumpulkan koin tersebut dan menentukan peruntukannya. Disinilah siswa dilatih untuk peduli dengan sesama dan melatih sikap jujur serta bertanggung jawab dengan mengelola uang yang terkumpul secara transparan.

    Parmin mengaku launching gerakan Seribu Koin Setiap Hari sengaja digelar secara sederhana karena ia menganggap gerakan sosial tidak perlu diumbar. “Ini gerakan moral, sekolah telah memulainya,” ujarnya. (af)