SMA Plus Negeri 17 Palembang menggelar kegiatan Wisuda Tahfiz Al-Qur’an dan Perpisahan Asrama yang berlangsung khidmat, penuh haru, dan sarat makna. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi para siswa yang telah menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an sekaligus menandai berakhirnya perjalanan mereka di lingkungan asrama. Dalam sambutannya, Kepala SMA Plus Negeri 17 Palembang, Dra. Hj. Purwiastuti Kusumastiwi, M.M., menyampaikan rasa syukur atas berbagai pencapaian sekolah selama masa kepemimpinannya, termasuk keberhasilan sekolah menjadi sekolah model dan sekolah percontohan di Kota Palembang. Beliau juga berpesan agar seluruh prestasi yang telah diraih dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang.
Prosesi wisuda berlangsung dengan penuh kebanggaan ketika para wisudawan dan wisudawati satu per satu menerima selempang penghargaan sebagai simbol keberhasilan mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Beragam capaian hafalan berhasil diraih, mulai dari satu hingga belasan juz. Suasana semakin mengharukan saat diumumkan para siswa dengan capaian hafalan tertinggi yang mendapat apresiasi khusus. Momen ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedekatan dengan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Rangkaian acara semakin menyentuh hati ketika para wisudawan mempersembahkan lagu spesial untuk orang tua mereka. Tangis haru dan rasa bangga terlihat menghiasi wajah para hadirin saat para siswa menyampaikan rasa cinta, terima kasih, dan penghormatan kepada ayah dan ibu yang selama ini menjadi sumber doa dan dukungan. Momen pelukan antara anak dan orang tua menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam acara tersebut. Selain itu, para siswa juga menyerahkan cenderamata kepada guru, pembina asrama, serta seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan dan kehidupan di asrama.
Melalui kegiatan ini, SMA Plus Negeri 17 Palembang berharap para siswa dapat terus menjaga hafalan Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Wisuda tahfiz bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus berkembang menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat. Sementara itu, perpisahan asrama menjadi penanda berakhirnya satu fase penuh kenangan, persahabatan, dan pembelajaran yang akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup para siswa Angkatan Alverion 29.
