Semangat kebersamaan, perjuangan, dan pengabdian begitu terasa dalam kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (PERJUSA) yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka SMA Plus Negeri 17 Palembang pada tanggal 1–2 Mei 2026. Kegiatan ini digagas oleh Dewan Ambalan Mayor Zurbi Bustan dan Nyi Ageng Serang Gugus Depan 07.115–07.116 sebagai wadah pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan yang edukatif dan penuh makna. Perjusa menjadi momentum penting untuk mempererat solidaritas sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab.
Kegiatan ini juga menjadi ajang pelantikan bagi Calon Penegak dan Penegak Bantara yang telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU). Proses ini bukanlah hal yang instan, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang menuntut komitmen, ketekunan, serta kesiapan dalam berbagai aspek. Pelantikan ini menjadi simbol bahwa para peserta telah memenuhi standar kompetensi sebagai Pramuka Penegak Bantara yang siap mengemban peran lebih besar dalam organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menjalani berbagai rangkaian aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan lima aspek penting dalam diri, yaitu spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Setiap kegiatan menjadi sarana pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga membentuk karakter yang kuat dan berintegritas. Kebersamaan dalam tenda, kerja sama dalam tim, hingga tantangan di lapangan menjadi pengalaman berharga yang memperkaya perjalanan mereka.
Lebih dari sekadar perkemahan, Perjusa menjadi proses pembentukan jati diri dan kepemimpinan bagi generasi muda. Nilai-nilai yang ditanamkan selama kegiatan diharapkan dapat terus melekat dan menjadi bekal dalam menghadapi tantangan di masa depan. Dengan semangat “Salam Pramuka”, kegiatan ini menegaskan komitmen SMA Plus Negeri 17 Palembang dalam mencetak generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.
