Pada Senin, 20 Oktober 2025, SMA Plus Negeri 17 Palembang menyelenggarakan upacara bendera senin pagi yang dihadiri oleh seluruh warga sekolah serta tamu pembina dari Dinas Kesbangpol Kota Palembang. Acara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih yang menekankan disiplin dan semangat nasionalisme. Peserta upacara berdiri rapi di lapangan sekolah, menciptakan suasana yang khidmat.
Pembina dari Dinas Kesbangpol memberikan pembinaan dan penilaian pelaksanaan upacara pagi ini sudah sangat baik. Pihak kesbangpol hari ini berencana akan memberikan piagam penghargaan kepada siswa-siswa yang tergabung dalam Paskibraka baik dari tingkat provinsi maupun tingkat kota yang telah bertugas pada peringatan 17 Agustus beberapa bulan lalu. Ini adalah contoh-contoh yang terbaik dari sekolah SMA sekota Palembang bahwa SMA 17 telah mampu memegang, meraih, dan mempertahankan predikat selalu hadir di setiap pengibaran bendera merah putih 17 Agustus. Pesan pembina adalah jangan lengah, mudah-mudahan selalu menjaga supremasi yaitu mengirimkan calon-calonnya yang terbaik untuk mengibarkan bendera.
Pembina juga membacakan pesan dari Pak Walikota bahwa program Paskibraka ini adalah program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila, berakhlak dan budi pekerti, serta memiliki semangat untuk mengabdi dan berbuat yang terbaik untuk negaranya. Generasi seperti ini diharapkan akan dapat membawa perjalanan bangsa kita menuju masa depan yang lebih baik. Indonesia lebih aman dan damai. Dengan adanya kegiatan kita pasti berata ini adalah untuk membina ideologi Pancasila dan dapat menumbuhkan dan menguatkan Pancasila jiwa nasionalisme dalam mempersiapkan diri untuk melanjutkan tugas kepemimpinan di masa depan sebagai berbagai profesi yang membagakan dan beragam.
Acara ditutup dengan pidatoberbahasa Inggris tentang tanggung jawab lingkungan: dalam beberapa dekade terakhir kita telah mengamati kenaikan permukaan laut yang mengancam daerah pesisir dengan tenggelamnya ekosistem dan kepunahan spesies yang terancam punah. Kita juga telah mengamati jumlah elemen yang absurd yang mencemari air yang kita gunakan, udara yang kita hirup, dan tanah yang kita gunakan sebagai perkebunan. Salah satu elemen yang kita gunakan sehari-hari adalah plastik. Berdasarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 19 hingga 23 juta sampah plastik dibuang ke ekosistem akuatik yang telah menyebabkan kehancuran fauna dan flora yang telah menyebabkan kehancuran terumbu karang yang memberi kita fauna dan spesies yang sangat beragam. Jadi, apa tanggung jawab kita sebagai siswa? Kita bisa mulai kecil dengan pertama-tama menyebarkan kesadaran tentang betapa berbahayanya plastik. Kita bisa membantu dengan menyebarkan informasi tentang bagaimana kita bisa menggunakan sumber alternatif seperti tas yang dapat digunakan ulang atau plastik yang dapat digunakan ulang untuk menyelamatkan lingkungan tercinta kita. Primatolog dan antropolog Inggris Jane Goodall pernah berkata, Anda tidak bisa melewati sehari penuh tanpa langsung mempengaruhi dunia di sekitar Anda. Apa yang Anda lakukan langsung mempengaruhi dunia di sekitar Anda, dan terserah Anda jenis perbedaan apa yang ingin Anda buat. Pidato ini menginspirasi siswa untuk berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
