• principal@sman17plg.sch.id
  • Jl. Mayor Zurbi Bustan, Lebong Siarang Palembang
  • 08112999117
  • Permainan Tradisional dan Mural, Class Meeting Hari Kedua

    Permainan Tradisional dan Mural, Class Meeting Hari Kedua

    Pekan class meeting hari kedua hari ini diisi dengan lomba permainan tradisional dan mural. Permainan tradisional dijadikan ajang untuk berkompetisi sekaligus melestarikan budaya bangsa yang kaya akan tradisi. Hal ini sesuai dengan motto SMA Plus Negeri 17 Palembang yaitu mengembangkan jiwa Berkarakter.

    Permainan tradisional saat ini mungkin menjadi sesuatu yang asing bagi peserta didik karena telah banyak terganti oleh permainan modern dalam kehidupan sehari-hari. Permainan tradisional yang dilombakan pada class meeting kali ini adalah balap karung dan gobak sodor.
    Gobak sodor adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 – 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

    Balap Karung merupakan permainan yang dilakukan dengan memasukkan kedua kaki peserta di dalam karung yang mencapai pinggang dan melompat ke depan dari titik awal menuju garis finis. Orang pertama yang melewati garis finis adalah pemenang perlombaan. Setiap kelas mengirimkan perwakilannya untuk permainan ini baik putra maupun putri untuk adu kecepatan menyelesaikan sampai garis akhir.


    Selain dua permainan tradisional di atas, ada satu cabang lomba lagi yang dipertandingkan hari ini yaitu lomba melukis mural. Setiap kelas disediakan media tembok di sekitar sekolah untuk dilukis dengan tema-tema tertentu yang membangkitkan semangat serta Tangguh menghadapi situasi pandemic Covid-19.

    Permainan tradisional dan mural yang dipertandingkan dalam ajang class meeting ini memang menjadi wadah berkompetisi sekaligus melestarikan budaya asli bangsa Indonesia kepada generasi mudanya, sehingga tercipta karakter pemuda yang bangga pada tradisi budaya sendiri yang luhur.