• principal@sman17plg.sch.id
  • Jl. Mayor Zurbi Bustan, Lebong Siarang Palembang
  • 088294873406
  • Keberhasilan Siswa SMA Plus Negeri 17 Palembang di Lomba Karya Tulis Ilmiah NASA 2025

    Keberhasilan Siswa SMA Plus Negeri 17 Palembang di Lomba Karya Tulis Ilmiah NASA 2025

    SMA Plus Negeri 17 Palembang patut berbangga dengan prestasi luar biasa dari tiga siswanya, yaitu M. Anindra Fitrah, Tsabita Naifa Aqila, dan Trie Dimas Angkasa, yang berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diselenggarakan oleh UKM MARS Politeknik Negeri Sriwijaya. Acara ini merupakan bagian dari “National Scientific Days (NASA) 2025“, yang akan berlangsung pada 27, 29, dan 30 September 2025, dengan mengusung tema “Gagasan Ilmiah Generasi Muda Menuju Aksi Nyata Demi Mewujudkan SDGs Melalui Ide Inovatif”. Lomba KTI ini terbuka untuk seluruh siswa di Sumatera Selatan, dengan subtema yang mencakup isu krusial seperti kesehatan dan pendidikan inklusif (SDG 3 & 4), pangan serta energi berkelanjutan (SDG 1, 2, & 7), hingga lingkungan dan pelestarian ekosistem (SDG 6, 12, 14, & 15). Kemenangan mereka dalam kompetisi ini menunjukkan potensi generasi muda dalam mengatasi masalah nyata melalui inovasi, terutama setelah mengalahkan peserta dari berbagai sekolah di tingkat regional.

    Proyek yang mereka usung, berjudul “Smart CBIN Sistem Penangkap Sampah Permukaan Air Berbasis IoT dengan Pemantauan Real-Time via Aplikasi”, terinspirasi dari kondisi Sungai Musi di Palembang, yang sering kali dipenuhi sampah seperti plastik, eceng gondok, dan limbah rumah tangga. Ide ini muncul saat mereka berkunjung ke sungai dan melihat dampak pencemaran, kemudian dikembangkan melalui diskusi intensif di bawah bimbingan guru pembimbing, Miss Novia Pratiwi, yang juga menangani ekstrakurikuler Kirana di sekolah. Meskipun menghadapi tantangan seperti membagi waktu antara persiapan lomba dan ujian semester, serta perbedaan minat (seperti Anindra yang lebih condong ke biologi dan Dimas ke fisika), mereka berhasil membagi tugas secara efektif mulai dari penulisan bab karya tulis hingga pembuatan prototipe alat. Proses ini tidak hanya melibatkan pembuatan alat IoT untuk menangkap sampah secara otomatis, tetapi juga pembuatan presentasi dan poster, yang akhirnya membawa mereka ke puncak juara di tengah kompetisi ketat.

    Keberhasilan ini semakin istimewa karena mencerminkan dedikasi mereka di luar akademik, seperti partisipasi dalam program Bugem (Budaya Gemar Membaca dan Menulis) dan organisasi sekolah seperti Duta Literasi dan Tim Imtak Humas, yang membantu mengasah keterampilan literasi dan kepemimpinan. Moto hidup mereka, seperti “It’s never too late to improve yourself” dari Trie Dimas dan “It’s nothing impossible in this life” dari M. Anindra, menjadi penggerak utama dalam menghadapi tantangan. Bagi siswa lain yang ingin mengikuti jejak mereka, Anindra dan tim menyarankan untuk memilih lomba sesuai passion, rajin berliterasi melalui buku dan sumber digital, serta tidak takut mencoba meskipun gagal di awal. Prestasi ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda Sumatera Selatan untuk berkontribusi pada SDGs melalui inovasi nyata.