Pada Hari Minggu, 8 Juni 2025, SMA Plus Negeri 17 Palembang menggelar kegiatan perayaan Hari Raya Iduladha dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan utama berupa penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan di halaman Masjid Baabul Ilmi, yang merupakan pusat kegiatan keagamaan sekolah. Tahun ini, panitia kurban berhasil mengumpulkan 7 ekor sapi dan 1 ekor kambing sebagai hewan kurban yang akan dibagikan kepada yang berhak menerimanya.
Hewan-hewan kurban tersebut merupakan hasil partisipasi dan sumbangan dari para guru dan karyawan, orang tua siswa, peserta didik, serta perwakilan dari tiap kelas. Partisipasi yang luas ini mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial seluruh warga sekolah dalam meneladani nilai-nilai pengorbanan yang diajarkan dalam Iduladha. Proses penyembelihan dan pendistribusian daging dilakukan secara tertib oleh panitia yang terdiri dari guru dan siswa.
Setelah proses penyembelihan, daging kurban didistribusikan kepada masyarakat sekitar lingkungan sekolah sebagai bentuk kepedulian sosial. Selain itu, beberapa panti asuhan yang berada di sekitar sekolah juga menjadi sasaran distribusi, dengan harapan daging kurban ini dapat memberi manfaat dan kebahagiaan bagi yang membutuhkan. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran sosial dan spiritual bagi para siswa.
Ketua pelaksana kegiatan, Bapak Redi Wijaya, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi, terutama para donatur atau pengkurban, segenap panitia, serta seluruh siswa yang ikut membantu jalannya kegiatan ini. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan dan kerja sama yang terjalin selama proses pelaksanaan kegiatan kurban.
Beliau berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi seluruh siswa, terutama dalam hal keikhlasan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai religius. “Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua dan tahun depan dapat terlaksana kembali dengan lebih baik serta dengan jumlah hewan kurban yang lebih banyak,” tutup Bapak Redi Wijaya.
