• principal@sman17plg.sch.id
  • Jl. Mayor Zurbi Bustan, Lebong Siarang Palembang
  • 08112999117
  • Pengalaman Nadya Setelah 2 Bulan di Jepang

    Pengalaman Nadya Setelah 2 Bulan di Jepang

    こんにちは ! (konnichiwa: hai!)

    Kenalin, aku Nadya Nurul Hasanah, bisa dipanggil Nadya ataupun Caca! Kalau temen-temen di Jepang panggilnya Caca sebab mereka bilang nama “caca” terdengar lucu saat disebut hihi.

    Oh iya, jadi aku di Jepang ini ikut program Pertukaran Pelajar jadi siswi SMA di salah satu sekolah di Jepang loh! Namanya Asia Kakehashi Project. Program ini diselenggarakan oleh MEXT Japan (Ministry of Education, Culture, Sports, Science, and Technology) dan selama pelaksanaan seleksinya dilakukan oleh lembaga AFS Intercultural Program. Buat temen-temen atau adik-adik yang tertarik buat ikut program ini, bisa intip websitenya AFS Indonesia: Bina Antarbudaya ya!

    Program Asia Kakehashi ini berlangsung selama 6 bulan. Meskipun aku baru ±2 bulan di Jepang, namun setiap harinya benar-benar memberikanku pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan. Di dua minggu pertama, aku dan teman-teman lainnya yang baru tiba di Jepang diwajibkan untuk melaksanakan karantina selama dua minggu penuh sebab kami habis melakukan penerbangan internasional dan saat itu pandemi di Jepang sedang di masa puncak-puncaknya. Selama karantina, hari-hari kami dipenuhi dengan kegiatan orientasi, kelas Bahasa Jepang, juga presentasi tentang negara asal.

    とても 楽しい ですよ(sangat menyenangkan)!

    Dua minggu tidak terasa, lalu tibalah hari dimana kami semua berangkat menuju placement kami masing-masing. Aku sendiri ditempatkan di kota Saku, prefektur Nagano. Aku bersama 2 temanku dari Malaysia yang sama placement nya denganku pergi ke kota Saku dengan membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan kereta cepatnya Jepang, atau yang biasa kita kenal dengan “shinkansen”. Setibanya disana kami dijemput oleh School Advisor kami dan diajak berkeliling kota Saku sambil mengenalkannya pada kami. Oh iya, nama Host School-ku adalah Saku Chosei High School. Beberapa sistem sekolahnya mirip dengan SMA Plus Negeri 17 Palembang, salah satunya adalah menyediakan asrama bagi siswanya!

    Dengan adanya asrama sekolah, maka dari itu akupun resmi menjadi siswa asrama (lagi). Hari-hariku sebagai siswa asrama membantuku menjadi lebih mandiri, sebab selain harus memanejemen waktu, aku juga harus melaksanakan kegiatan rumahan lainnya misalnya mencuci baju, membeli perlengkapan bulanan, hingga mengatur keuangan. Selain mandiri, kegiatanku di asrama juga membantuku menjadi lebih disiplin waktu. Kami mempunyai waktu makan, bersih-bersih, mandi, hingga belajar yang telah dibagi oleh staff asrama dan diikuti dengan tepat pada waktunya. Fyi, orang Jepang itu sangat disiplin waktu loh, jadi kalau aku telat pulang ke asrama 1 menit saja, bisa-bisa disuruh bersih-bersih asrama 1 minggu haha. Eits meskipun aku sekarang tinggal di asrama, namun di saat libur musim dingin nanti aku akan tinggal Bersama Host Family ku! Jadi selain merasakan bagaimana asrama disini aku juga mendapatkan pengalaman bagaimana rasanya hidup bersama keluarga angkat di Jepang!

    Beberapa kebiasaan yang aku sukai disini adalah selain disiplin waktu, orang Jepang disini sangat apresiatif. Saat hari pertama masuk sekolah, aku memperkenalkan diri dengan Bahasa Jepang dan mereka sangat mengapresiasinya. Bahkan, jika dalam percakapan sehari-hari aku menggunakan Bahasa Jepang, mereka akan bilang “うわ〜すごいだ” (waah keren banget) meskipun yang aku ucapkan hanya percakapan sederhana.

    Mereka juga sangat membantuku selama aku disini! Sedikit cerita, jadi pada saat itu adalah hari pertama sekolahku di Jepang. Aku yang masih belum membeli perlengkapanku dengan lengkap pun bertanya apakah ada supermarket terdekat dari sini kepada teman kelasku yang kebetulan juga satu asrama denganku. Alih-alih memberi tau letak supermarketnya, dia malah berkata ingin menemaniku belanja dan mengajak beberapa temannya sambil berkenalan! Ditengah perjalanan, dia bertanya tentang makanan jepang favoritku, lalu aku menyebutkan banyak makanan dan salah satunya adalah Takoyaki. Kemudian saat kegiatan belanjaku sudah selesai, dia tiba-tiba membawakanku Takoyaki yang dia beli didekat toko aku habis belanja (ɔ◔‿◔)ɔ ♥ di perjalanan pulang, kami menemukan pohon natal besar lalu mereka mengajakku untuk mengambil foto disana, lucu sekali ʕ•́ᴥ•̀ʔっ

    Di sekolahku, kebanyakan pelajarannya hampir sama dengan sekolah di Indonesia, tapi pada pelajaran seni kami bisa memilih antara musik, menggambar, atau書道 (shodou: kaligrafi jepang), dan akupun memilih kelas musik ≧◠‿◠≦. Sesuai namanya, aku belajar tentang musik, misalnya harmonisasi lagu, alat musik, juga pemusik terkenal! Bahkan aku juga diajak membuat aransemen lagu sendiri di kelas musik ini! Hari-hariku disini berjalan layaknya pelajar SMA Jepang pada umumnya. Kegiatan belajar yang cukup padat namun menyenangkan, kegiatan ekstrakurikuler yang mengasyikkan setiap pertemuannya, hingga “purikura” (photobooth khas Jepang) bersama teman yang tidak mungkin dilewatkan disetiap jalan-jalan!

    Dan oh! Bagian lingkungan dan suhu!

    Bicara tentang lingkungan, disekitar sini semuanya bersih loh. Mulai dari jalan gang, tempat pembuangan sampah yang pembagian sampahnya saja dibagi, sampai paritnya pun terlihat jernih! Tentang suhu, saat ini di kotaku sudah mulai memasuki musim dingin. Kota ku adalah kota terdingin di prefektur Nagano, oleh sebab itulah salju sudah turun bahkan di akhir bulan November, めっちゃ 寒い ですよ (dingin banget loh !) (─‿‿─).

    Nah itu dia kisah pengalamanku selama 2 bulan disini! Satu-pertiga dari chapter kisahku telah tertulis, dan aku harap ceritaku dapat menginspirasi dan bermanfaat untuk teman-teman yang telah membaca cerita ini!

    Sekian dulu cerita dariku, terima kasih sudah membaca ya!

    So this is my journey, what about yours? ❤(っ^▿^)