• principal@sman17plg.sch.id
  • Jl. Mayor Zurbi Bustan, Lebong Siarang Palembang
  • 08112999117
  • SMAN 17 Menuju Sekolah Sehat Nasional

    SMAN 17 Menuju Sekolah Sehat Nasional

    PALEMBANG – Setelah melalui perjuangan panjang, SMA Plus Negeri 17 Palembang akhirnya mewakili Sumsel di ajang lomba sekolah sehat tingkat Nasional yang diadakan oleh 4 kementerian yakni Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian  Dalam Negeri.

    Penilaian dilakukan Kamis, (28/) dengan prosesi penyambutan dari seluruh warga SMAN 17. Atraksi tersebut mulai dari pengalungan bunga yang dimodivikasi dari tenunan jumputan, tari sambut, atraksi seni dan ektrakurikuler, lengkap dengan pameran karya siswa serta kuliner khas Kota Palembang. Lihat Galeri Foto.

    Usai pembukaan, tim penilai melakukan pemeriksaan di seluruh lingkungan sekolah, dimulai dari ruangan tenaga pengajar, ruang kepala sekolah, ruang belajar, dan fasilitas pendukung lainnya, seperti dapur dan kamar mandi. Dalam penilainnya, tim ini mengecek langsung kebersihan tiap ruang tersebut, mulai dari meja, kursi dan lemari semuanya diperiksa apakah ada debu atau tidak. Tidak luput juga atap dan dinging ruangan yang diperiksa apakah ada sarang serangga (laba-laba ) atau tidak.

    Ketua tim penilaian dari kemenag pusat , Kartini S.Ag.M.pd mengatakan lomba sekolah sehat tingkat Nasional ini menerapkan beberapa kriteria penilaian diantaranya sekolah tersebut harus bebas dari debu, jentik dan sarang laba-laba, serta tantanan lingkungan kebersihan yang baik.

    “ Kita nilai semua, sebab kita harapkan kalau sekolah sehat maka tingkat kesehatan di sekolah tersebut akan tinggi, dimana bakal membuat proses belajar mengajar semakin berjalan dengan baik,” ungkapnya.

    Kartini menjelaskan, untuk lomba sekolah sehat tingkat nasional ini selain SMA Plus  Negeri 17 Palembang yang menjadi wakil di tingkat SMA/SMK. Ada tiga tingkatan sekolah lainnay yang ikut terpilih menjadi wakil untuk Sumsel. “ Penilain lomba sekola sehat ini ada empat kategori, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Di Sumsel, untuk  tingkat TK diwakili oleh TK Negeri 2 sekayu , lalu untuk SD Santo Yosep, Lahat  dan SMP Negeri 6 Sekayu. Untuk SMA nya, ya,  SMA Plus Negeri 17 Palembang,” jelasnya

    Dalam penilaian sekolah sehat ini, Kartini mengatakan bakal ada dua kategori penghargaan yaitu Best Achivement dan BestPperfomance. “Untuk best achivement ini kita berikan bagi sekolah yang ada di kabupaten atau pedesaan , sedangkan best perfomance lebih ditujukan pada sekolah yang berada di perkotaan,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, untuk sekolah pedesaan yang dinilai memliki kemauan untuk membuat dan menciptakan sekolah yang sehat meski dengan minim prasarana serta bantuan dana diberikan Best achievement sebagai wujud penghargaan , “Untuk di Sumsel sendiri wakilnya kita nilai ada yang bisa mendapatkan best achievement dan best perfomace,” ujarnya.

    Terpisah, Kepala Sekolah SMA Plus Negeri 17 Palembang, Parmin S.Pd.M.Pd mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan yang maksimal dalam menghadapi lomba sekolah sehat ini, dimana ia mengharapkan sekolah SMA Plus  Negeri 17 yang dipimpinya ini bisa menjadi juara tingkat nasional.

    “ Sebelumnya kita bersyukur bisa terpilih mewakili tingkat SMA/SMK di ajang lomba sekolah sehat tingkat nasional,dan tentu dengan mengandalkan setiap SDM yang kita miliki terutama guru dan murid, target kita juara satu dan menjadi yang terbaik,” paparnya

    Parmin mengatakan, kunci pihaknya bisa menjadi wakil tingkat SMA/SMK di ajang lomba sekolah sehat ini terletak pada ada nya budaya yang diterapkan kepada para murid untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah.

    “ Kita ajak mereka untuk berkomitemn bersama dengan penuh kesadaraan untuk menjaga kebersihan dilingkuan sekolah dan masing masing diri, dan hal ini tidak akan berhenti setelah kegiatan lomba ini selesai, sebab kita sudah terapkan cara ini sebelum mengikuti ajang sekolah sehat tersebut,” ungkapnya

    Parmin mengatakan, bentuk pelatihan yang diberikan untuk menerapkan budaya rapi, sudah dilakukan sejak anak masuk pertama kali di SMA Plus Negeri 17, terutama ketiak mereka menghuni asrama .

    “ Di setiap asrama yang mereka tempati, kita berikan tanggung jawab buat mereka merawatnya, sehingga mereka sudah berlatih sendiri mengeyam tanggung jawab dengan menjaga kamar asrama masing masing, dah inilah yang membuat anak kami memiliki kesadaran tinggi akan kebersihan lingkungan,” katanya. (af)