• principal@sman17plg.sch.id
  • Jl. Mayor Zurbi Bustan, Lebong Siarang Palembang
  • 088294873406
  • MINYAK JELANTAH MENJADI BAHAN BIODIESEL

    MINYAK JELANTAH MENJADI BAHAN BIODIESEL

    Sabtu, 17 November 2012  bertempat di Aula SMA Plus Negeri 17 Palembang diadakan Pelatihan Produksi Biodiesel Dari Minyak Jelantah  oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unggulan Fakultas Teknik UNSRI. Sasaran sosialisasi adalah guru pelajaran Biologi, Kimia dan anggota 7 K serta peserta didik. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya minyak goreng bekas dan bagaimana cara mendaur ulang sehingga dapat dimanfaatkan kembali.

    Minyak jelantah merupakan limbah dan bila ditinjau dari komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, yang terjadi selama proses penggorengan. Jadi jelas bahwa pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan manusia, menimbulkan penyakit kanker, dan akibat selanjutnya dapat mengurangi kecerdasan generasi berikutnya. Untuk itu perlu penanganan yang tepat agar limbah minyak jelantah ini dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian dari aspek kesehatan manusia dan lingkungan, demikian sebuah paparan yang disampaikan dalam acara Sosialisasi dan Pelatihan Produksi Biodiesel Dari Minyak Jelantah  .

    Selanjutnya, dalam acara yang berlangsung di Aula SMA Plus Negeri 17 Palembang ini, disampaikan pula bahwa salah satu bentuk pemanfaatan minyak jelantah agar dapat bermanfaat dari berbagai macam aspek ialah dengan mengubahnya secara proses kimia menjadi biodiesel. Hal ini dapat dilakukan karena minyak jelantah juga merupakan minyak nabati, turunan dari CPO (crude palm oil). Adapun pembuatan biodiesel dari minyak jelantah ini menggunakan reaksi transesterifikasi seperti pembuatan biodiesel, pada umumnya dengan berbagai proses untuk menurunkan angka asam pada minyak jelantah.

    Banyak manfaat yang diperoleh dari acara ini mengingat SMA Plus Negeri 17 Palembang merupakan Sekolah Adiwiyata Nasional yang terus mengembangkan upaya pemanfaatan limbah menjadi bahan yang lebih berguna. Diharapkan munculnya inovasi baru dari semua peserta didik yang mengikuti acara ini sehingga dapat terus berkembang menjadi budaya hidup berwawasan lingkungan.