• header 2.jpg
  • header 3 .jpg
  • header 4.jpg
  • header5.jpg
  • header 7.jpg
  • header 8.jpg
  • header 9.jpg

Peluang dan Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh

Adanya pandemi Covid-19 ternyata berdampak besar pada dunia pendidikan, termasuk sekolah menengah. Wabah virus corona ini menghambat kegiatan belajar mengajar yang biasanya berlangsung secara tatap muka di SMA Plus Negeri 17 Palembang. Meskipun  begitu, pandemi ini mampu mengakselerasi pendidikan 4.0. dengan sistem pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi.

 

Pembelajaran jarak jauh yang terjadi selama ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menguasai teknologi. Para guru dituntut menguasai berbagai platform pembelajaran online seperti Google Classroom, Schoology, Moodle, Edmodo, Quipper dan lain-lain. Begitu juga untuk tatap muka mereka harus bisa menggunakan Google Meet, Webex, Zoom, Jitsi dan sebagainya.

Guru-guru yang selama ini kurang menguasai teknologi sekarang ini dituntut untuk menguasai teknologi tersebut. Kreatifitas dan inovasi guru dalam mengelola pembelajaran, diasah dengan cepat serta harus melakukan improvisasi pada kegiatan belajar mengajar seperti metode dan strategi yang sesuai kondisi peserta didik.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga dipandang mampu meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Mereka harus dapat mengontrol waktu disesuaikan dengan jadwal dan tugas yang diberikan guru. Peserta didik dituntut untuk fokus dan belajar mandiri, disiplin, teratur dan terarah.

Namun begitu, ada tantangan besar dalam pelaksanaan model pembelajaran jarak jauh ini. Salah satunya, guru dan peserta didik belum terbiasa menggunakan sistem pembelajaran yang sepenuhnya daring. Contoh, guru mengalami kesulitan untuk mengontrol peserta didik yang benar-benar serius dalam belajar sementara di pihak peserta didik, tidak semuanya memiliki akses untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh, terutama jaringan internet yang kuat masih menjadi masalah.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran jarak jauh tersebut menjadikan pembelajaran bagi semua pihak agar pendidikan kita tetap berjalan dengan baik dan menyenangkan. Peserta didik tetap dapat menerima hak mereka untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, walaupun dalam kondisi sulit seperti sekarang ini.