• header 2.jpg
  • header 3 .jpg
  • header 4.jpg
  • header5.jpg
  • header 7.jpg
  • header 8.jpg
  • header 9.jpg

GEMILANG DI KOMPETISI KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL DI MALANG

Prestasi gemilang di bidang karya tulis ilmiah tingkat nasional akhirnya diraih kembali oleh siswa SMA Plus Negeri 17 Palembang yaitu Muhammad Adin Palimbani (XII.6), Muhammad Wildan Febrian (XII.6), dan Abdullah Gymnastiar (XII.6). Bersama dengan guru pembimbing mereka yaitu Ibu Amelia Friza, kompetisi ini telah membawa Adin, Wildan, dan Agym terpilih sebagai Juara 3 Musabaqoh Karya Tulis Ilmiah Al-Quran dan menjadi presentasi terbaik yang diadakan oleh Unit Kesatuan Mahasiswa Seni Religi di Universitas Brawijaya, Malang.

Kompetisi ini termasuk salah satu lomba bergengsi yang diadakan setiap tahun dan tim SMA Plus Negeri 17 Palembang ikut dalam ajang Musabaqoh Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (MQKTIA) ke-V tahun ini. Kompetisi ini terdiri atas tiga babak yaitu seleksi 50 besar abstrak, 15 fullpaper terbaik, dan Top 3 final. Adin, Wildan, dan Agym mengakui bahwa kompetisi ini tidak semudah yang dibayangkan dan butuh perjuangan untuk sampai ke Top 3 final.

Pada awalnya, Adin, Wildan, dan Agym hanya mencoba-coba untuk mengikuti karya tulis ilmiah ini. Mereka yang memang sudah akrab di kelas ini tidak menyangka bisa meraih prestasi tingkat nasional dan menjadi yang pertama bagi mereka. Bersama Ibu Amelia Friza, mereka berusaha mencari ide untuk penelitian berbasis Al-Quran yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Mereka pun terpikir untuk membuat sebuah aplikasi online shop berbasis syariah dengan mengamati gejala dari aspek ekonomi dan teknologi di era abad ke-21 ini. Salah satu bentuk gejala tersebut adalah perkembangan e-commerce (bisnis berbasis elektronik) yang berkembang secara signifikan seperti Bukalapak, Olx, Shopee, dan lain sebagainya. Mereka menyimpulkan bahwa masih minimnya kemajuan e-commerce berbasis syariah islam di Indonesia. Dengan judul E-Syah (Electronic Syariah Application System): Media Berniaga Berbasis Online Berlandaskan Al-Quran Surah An-Nisa/4: 29-30 ini diharapkan dapat mewujudkan Al-Quran sebagai penyongsong Indonesia Emas 2045 dan jauh dari perbuatan riba. Pada tanggal 12 Agustus 2018, ide penelitian mereka ini dinyatakan masuk 50 besar abstrak.

Hal yang paling berkesan bagi mereka adalah ketika diumumkannya 15 finalis fullpaper terbaik. Pada tanggal 8 Oktober 2018 pukul 15.00 WIB, mereka dinyatakan sebagai 15 finalis yang akan berangkat untuk mempresentasikan karyanya di depan dewan juri Universitas Brawijaya, Malang. Mereka juga akan melakukan gelar karya di depan publik. Tidak hanya itu, mereka juga tidak menyangka menjadi satu-satunya sekolah yang lolos mewakili kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan di ajang kompetisi nasional seperti ini. Presentasi dan gelar karya diadakan pada hari Sabtu, 27 Oktober dan Minggu, 28 Oktober 2018. Selama mereka disana, Adin, Wildan, dan Agym menemukan banyak sekali penelitian-penelitian yang luar biasa dari finalis lainnya. Apalagi finalis tersebut berasal dari sekolah-sekolah yang sudah terkenal akan prestasinya di pulau Jawa. Hal inilah yang justru dijadikan motivasi untuk mereka dan membuktikan bahwa SMA Plus Negeri 17 Palembang berhak untuk bersaing dan menjuara kompetisi di tingkat nasional. Pada pukul 21.00 WIB di gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya, Alhamdulillah, Adin, Wildan, dan Agym meraih dua award sekaligus yaitu juara 3 dan presentasi terbaik. Prestasi ini tidak menjadi sia-sia bagi mereka yang telah berangkat jauh dari kota Palembang dan membuahkan hasil yang sangat manis untuk dikenang.

Tak peduli seberapa banyak tantangan yang akan dihadapi selagi masih ada keberanian untuk terus maju. Teruslah berkarya, meneliti, berinovasi, dan berkreativitas karena Indonesia saat ini sangat membutuhkan kita dan menunggu aksimu. (MWF)