• header 2.jpg
  • header 3 .jpg
  • header 4.jpg
  • header5.jpg
  • header 7.jpg
  • header 8.jpg
  • header 9.jpg

Goresan Prestasi Gemilang M. Rian Hidayat

Muhammad Rian Hidayat adalah putra bungsu dari pasangan Irawansyah dan Sri Mardalena yang dilahirkan pada 7 September 2001 silam yang telah mengukirkan segenap prestasi selama menjadi bagian dari kampus hijau. 

Di awali pada tahun 2016, ia mulai mengukir goresan tinta prestasi dengan menyumbang piala perdananya sebagai juara pertama pada lomba Pidato Bahasa Inggris yang diadakan oleh SMA Negeri 12 Palembang. Capaian akan prestasinya tersebut, membuat dirinya terus terpacu untuk kembali mengukirkan tinta emas, terbukti selang beberapa bulan kemudian ia kembali menjadi juara pertama pada bidang lomba yang sama di SMA Negeri 10 Palembang.

Selama berada di kampus hijau Rian telah mengukirkan prestasi dalam lomba pidato Bahasa Inggris dengan capaian empat kali meraih Juara pertama dan dua kali berada di posisi kedua yang diadakan oleh berbagai sekolah dan instansi. Capaian prestasi tersebut dapat terukir, berkat pengalaman Rian yang kerap kali mengikuti lomba pidato Bahasa Inggris sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Tidak hanya itu, di pertengahan tahun 2017 pula Rian menjadi delegasi Sumatera Selatan dalam ajang lomba Parade Cinta Tanah Air yang di adakan oleh Kementrian Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia bersama rekannya Muhammad Daani Ghrufron.  Rian dan Ghufron berhasil menyisikan setidaknya 35 pasangan dari seluruh kabupatan/kota di Sumatera Selatan.

Tak lama kepulangan dari Jakarta sebagai Duta Petahanan RI, Rian berhasil dinobatkan sebagai Wakil 2 Duta Pelajar Sumatera Selatan yang di adakan oleh Zetizen, Sumatera Express. Yang sebelumnya Ia harus menjalankan Inspiring Project selama 30 hari yang berkenaan mengenai pemberdayaan anak-anak dengan beragam latar belakang sosial (Go Social Rangers Project).

Selain itu, pada awal Tahun 2018 dalam kompetisi Indonesia Science Enterprise Challenge, Rian bersama 5 orang rekannya berhasil memboyong predikat medali perunggu. Kompertisi ini berbentuk tantangan pemecahan masalah dengan membuat suatu rancangan produk dalam kurun waktu 12 jam saja. Pada waktu itu, Rian bersama timnya merancang Woodiechine and Boardie Apps,  yang merupakan pemecahan masalah dari pemanasan global.

Tak berselang lama setelah itu Ia bersama dua rekannya berhasil lolos seleksi nasional mewakili Sumatera Selatan dalam ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Purbalingga. Kegiatan tersebut merupakan bentuk pelatihan bagi calon-calon peneliti belia. Selama satu minggu, Ia mendapatkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan penelitian dalam bidang sosial. Ia mengambil bidang sosial, karena Ia ingin melanjutkan dan mempertajam penelitian yang sedang Ia garap pada saat itu, yang berkernaan mengenai Fenomena Pernikahan Usia Belia.

Selama disana , Ia mendapatkan predikat salah satu penelitian terbaik bidang sosial dengan nilai 82 poin. Setelah pulang dari Purbalingga, Rian pun harus kembali bersiap karena Ia kembali terpilih menjadi delegasi Sumatera Selatan dalam kegiatan Parlemen Remaja Nasional 2018 oleh DPR RI. Kegiatan tersebut dilaluinnya setelah membuat essai sebanyak 400 kata yang berkenaan fungsi parlementer dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta lampiran Curriculum Vitae.

Selama satu minggu disana Ia diajarkan bagaimana badan legilatif menyusun undang-undang, selain itu pula Rian berhasil dipercaya untuk menjadi Pimpinan Rapat Komisi serta Pemimpinan Kunjugan Kerja ke Badan Siber dan Sandi Negara.  Serta sepulang dari Jakarta pun Rian langsung dipercaya pihak sekolah untuk mengikuti Kuis KI Hajar tingkat Kota Palembang, dan Rian berhasil menduduki peringkat kedua dengan perolehan poin 543 dan mendapatkan uang pembinaan sebesar satu juta rupiah.

Goresan tinta prestasinya tidak hanya terukir di luar sekolah saja, Rian yang sekarang menjadi Ketua Ducil 17 (Duta Cinta Lingkungan),  juga kerap kali menyambet Juara Umum pada setiap pembagian raport semester baik kelas ataupun Juara Umum Mata Pelajaran. Tidak hanya itu, dalam bidang BUGEMM (Budaya Gemar Membaca dan Menulis), Rian pun telah menghasilkan tiga buah resensi buku dan satu penelitian yang berjudul “Persepsi Remaja Yang Melakukan Pernikahan Dini Terhadap Fenomena Pernikahan usia Belia di Indonesia serta Keadaan Hubungan Teman Sebaya Pasca Pernikahan di Kecamatan Belimbing, Sumatera Selatan” dalam waktu dua tahun dengan predikat A dan Karya BUGEMM terbaik pertama. Itulah secercah kisah goresan tinta prestasi sosok Muhammad Rian Hidayat. Semoga dapat menginspirasi kita semua.(MRH)