• header 2.jpg
  • header 3 .jpg
  • header 4.jpg
  • header5.jpg
  • header 7.jpg
  • header 8.jpg
  • header 9.jpg

Imbaskan Keunggulan ke Sekolah Lain: #SMA Plus Negeri 17 Palembang Jadi Sekolah Rujukan

Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Bertolak dari hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan kebijakan sekolah rujukan. SMA Plu Negeri 17 Palembang salah satu sekolah yang ditetapkan Kemendikbud sebagai sekolah rujukan di Kota Palembang.

 

Erhanudin, M.Pd. Ketua program sekolah rujukan mengatakan penetapan sekolah rujukan berdasarkan kriteria tertentu yakni telah memenuhi standar Nasional Pendidikan (SNP) dan memiliki karakter yang kuat dan menjadi budaya sekolah. “Selain itu, sekolah rujukan juga telah melaksanakan kebijakan Kemendikbud yaitu sekolah aman dan ramah sosial, menanamkan budi pekerti, mengembangkan jiwa wirausaha, mengembangkan muatan lokal dan mengembangkan budaya literasi,” urainya.

Program unggulan di SMA Plus Negeri 17 diantaranya adalah Budaya Gemar Membaca dan Menulis (Bugemm), Pertukaran Pelajar Bina Antarbudaya/AFS, Community Service, Homestay, Sekolah Berasrama, Mooving Class, KBM Plus, KBM Layanan Khusus, Kokurikuler Seni dan Olahraga serta  Adiwiyata Mandiri.

Unggulkan Bugemm (Budaya Gemar Membaca dan Menulis)

Di antara program unggulan SMA Plus Negeri 17 Palembang,  Budaya Gemar Membaca dan Menulis (Bugemm) menjadi program pilihan dalam pelaksanaan sekolah rujukan. Program yang telah dilaksanakan sejak 16 tahun lalu ini (tahun 2000) dirasa efektif untuk menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah.  Dalam pelaksanaannya, siswa diwajibkan menulis resensi buku (untuk kelas X smt ganjil), proposal penelitian (untuk kelas X smt ganjil), penelitian lanjutan (untuk kelas XI smt ganjil) dan penelitian (untuk kelas XI smt genap).

Dijelaskan Erhan, rangkaian kegiatan sekolah rujukan yang telah dilaksanakan sekolah yakni sosialisasi sekolah rujukan dengan mengundang guru/siswa sekolah imbas, tokoh masyarakat, dan publik. Selanjutnya sossialisasi juga dilaksanakan di tempat umum dengan memanfaatkan momen car free day. Adapula publikasi sekolah rujukan di media lokal dan pembagian pamplet, stiker dan brosur. Disiapkan pula buku dan video profil sekolah rujukan 2016.  Berbagai kebijakan kemendikbud juga disosialisasikan yaitu sekolah aman, penumbuhan budi pekerti dan workshop kewirausahaan.

Di bidang kurikulum, sekolah melaksanakan workshop analisis silabus dan RPP, workshop pengembangan muatan lokal, serta workshop penilaian berbasis TIK (e-Raport) yang juga mengundang sekolah imbas. Selain itu dilaksanakan juga sosialisasi sekolah aman dan ramah lingkungan dengan menempatkan banner dan spanduk di tempat yang strategis. Untuk bidang kesiswaan, diselenggarakan workshop wirausaha, budaya literasi, sosialisasi budi pekerti serta sekolah aman dan ramah sosial.  (af)