• header 2.jpg
  • header 3 .jpg
  • header 4.jpg
  • header5.jpg
  • header 7.jpg
  • header 8.jpg
  • header 9.jpg

SMA Plus Negeri 17 Palembang: Pelopor Community Service

Program pengabdian masyarakat Community Service di SMA Plus Negeri 17 Palembang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2010. Community Service merupakan pengejawantahan program pertukaran pelajar AFS (Bina Antarbudaya). Kegiatan ini mengerahkan peserta didik kelas X untuk membantu adik-adik sekolah dasar dalam belajar bahasa Inggris khususnya. Namun di lapangan mereka juga diminta oleh pihak sekolah untuk mengajari pelajaran lain seperti matematika, IPA dan IPS termasuk tata upacara dan teknik baris berbaris.

 

Community Service dilaksanakan setiap hari Sabtu di sekolah dasar target. Diawali dengan sosialisasi yang disampaikan oleh kakak kelas XI, ujar Marwiyah, M.Pd, koordinator Community Service. Ia menambahkan, peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompoknya terdiri dari 5 orang. Pembagian jam dan tugas mengajar dikoordinasikan dengan guru mata pelajaran atau guru kelas.

Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa sekolah dasar di sekitar SMA Plus Negeri 17 Palembang. Sekolah target Community Service adalah:

1. SD Negeri 130 (2016/2017)

2. SD Negeri 131 (2015/2016)

3. SD Negeri 186 (2014/2015)

4. SD Negeri 146 (2013/2014)

5. SD Negeri 179 (2012/2013)

6. SD Negeri 146 (2011/2012)

7. SD Negeri 187 (2010/2011)

Dalam perkembangannya, jelas Marwiyah semenjak SMA Plus Negeri 17 Palembang menyandang predikat sekolah berwawasan lingkungan (Adiwiyata Mandiri), materi dalam Community Service bertambah menjadi pengelolaan lingkungan dan kesehatan mandiri. Untuk lingkungan, siswa diberi pengetahuan tentang pentingnya menjaga dan mengelola lingkungan dengan baik. Mereka diajarkan cara pemilahan sampah dan pembiasaan membuang sampah pada tempatnya. Diajarkan pula cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar.

Perkembangan Community Service selanjutnya adalah dengan pemberian bantuan kepada anak yatim di sekolah tersebut berupa tali asih untuk menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap sesama. Di samping itu ada juga penyerahan bantuan berupa bak pengelolaan kompos dan alat pengelolaan sampah lainnya agar penyuluhan yang dilaksanakan dapat segera diimplementasikan oleh sekolah target.